Bisnis PCR dan Antigen Kini Terancam Mati

Bisnis PCR dan Antigen Kini Terancam Mati

Postpopuler.com – Hallo sobat semunya, pembahasan kali ini admin akan membahas mengenai sebuah Bisnis PCR dan Antigen Kini Terancam Mati.

Perlu kalian ketahui, bahwa pemerintah sudah mulai melonggarkan syarat perjalanan jarak jauh yang menggunakan transportasi umum.

Dengan syarat itu, tes PCR atau antigen yang dulu menjadi syarat mutlak, dan sekarang sudah tidak diperlukan jika sudah di vaksinasi COVID-19 lengkap dengan booster.

Dengan kebijakan tersebut diperkirakan bakal memukul bisnis penyedian layanan tec PCR dan antigen yang dulu pernah diburu.

Jika kalian ingin mengetahui penjelasan dengan bisnis PCR atau antigen bisa menyimaknya dibawah ini sebagai berikut.

Baca juga: Cara Menghasilkan Uang di Aplikasi Nano Vest Dengan Mudah

Bisnis PCR dan Antigen

Seperti yang sudah admin jelaskan diatas, bahwa disini admin akan memberikan penjelasana tentang bisnis PCR yang lagi trending topik.

1. Tarif PCR Pernah Tembuh Puluhan Juta

Sebenarnya harga tes PCR awalnya sangat mahal yang dibandrol dengan jutaan rupiah. kemudian pemerinta memberlakukan kebijakan tarif batas atas tes PCR.

Dengan begitu kemenkes menerapkan batas tarif tertinggi sebesar Rp 900 ribu pada tahun 2020 yang pernah membuat warga mengeluh.

Seiringnya berjalannya waktu, presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar biaya tes PCR diturunkan ke harga yang dijisar Rp 450-550 ribu.

Dari instruksi jokowi ditindak lanjuti kemenkes. jadi tarif batas tertinggi PCR untuk jawa-bali dipatok dengan harga Rp 495 ribu.

Sementara untuk luar wilayah jawa sampai bali sebesar Rp 525 ribu pada tahun 2021 yang pernah dibincangkan oleh warganet.

Terakhir tes PCR turun menjadi Rp 275 ribu untuk daerah jawa bali dan 300 ribu untuk luar jawa-bali.

Baca juga: Menyusun Bisnis Plan Yang Harus Diketahui

2. Bisnis PCR dan Antigen Terancam Mati

Kebijakan pemerintah melonggarkan syarat yang tak lagi wajib untuk tes PCR atau antigen yang diperkirakan akan membuat bisnis tersebut bangkrut.

“ya pasti akan drop ya kalau naggak diwajibkan. mereka kan (selama ini)dapat uangnya karena rente ekonomi diwajibkan (PCR atau antigen)ini. jadi nantinya akan banyak yang tutup dan akan terjadi mungkin terjadi selekasi alami, lalu mungkin beberapa yang tinggal sedikit lah ya,” kata managing director political economy and policy studies.

Namun, jika lanjut nantinya PCR atau antigen tidak lagi menjadi bisnis yang berdiri sendiri. klinik dan semacamnyalah yang akan bertahan menyediakan jasa tec PCR dan antigen sebagai salah satu jenis pelayanan yang tersedia.

Penutup

Demikian yang bisa admin sampaikan semoga pembahasan ini bisa berguna buat kalian yang sedang mencari tahu tentang sebuah informasi bisnis PCR atau antigen.

You May Also Like

About the Author: Meji

Leave a Reply

Your email address will not be published.