Kiat Bisnis Online Saat New Normal

Kiat Bisnis Online Saat New Normal

Postpopuler.Com – Pandemi virus corona yang berlangsung cukup lama berpengaruh besar terhadap pergerakan ekonomi dunia. Tidak hanya bisnis industri besar yang berkembang bahkan berbasis rumah juga terpengaruh. Banyak bisnis yang harus ditutup karena kehabisan modal dan sebagainya.

Normal baru atau tatanan kehidupan baru memberi harapan baru bagi dunia bisnis. Meski tidak kembali normal seperti sebelum pandemi, dunia bisnis bisa mulai bangkit sedikit demi sedikit. Bisnis Online adalah solusi untuk menjalankan bisnis agar tetap menjalankan protokol kesehatan. Transaksi Online dapat mengurangi interaksi dapat menjadi sarana penyebaran virus.

Apakah Bisnis Anda Siap Menghadapi Kondisi Baru Nomal?

Temukan cara untuk memulihkan pekerjaan dan tetap produktif sementara dunia sedang berjuang dengan krisis akibat pandemi COVID-19 yang belum pernah terjadi sebelumnya dapat membuat bisnis menjadi frustrasi.

Tetapi dengan mengikuti saran dari protokol kesehatan, mendengarkan secara teratur meninjau ahli kesehatan, pejabat lokal, dan kerjasama yang baik antara Anda dan pelanggan/pembeli online, Anda dapat mengembangkan dan menerapkan protokol dan prosedur untuk bekerja dalam kondisi normal baru.

Prosedur pekerjaan baru ini yang akan membantu Anda melindungi kesehatan dan keselamatan karyawan kami sambil memastikan bisnis Anda siap menghadapi apa pun kondisinya — dan terus tumbuh sambil berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi untuk bisnis online anda.

Wabah COVID-19 telah mempercepat pertumbuhan belanja online selama beberapa bulan terakhir di mana pandemi saat ini ada banyak pembatasan (PSBB) sehingga banyak perubahan perilaku konsumen. Hal ini terutama terjadi di Indonesia, di mana 24% penduduknya adalah milenial.

Selain itu, segmen pelanggan baru, seperti orang tua mulai terbiasa, dan sekarang lebih mudah untuk menerima dan terbiasa dengan kenyamanan belanja online.

Sebuah survei baru-baru ini menemukan bahwa 40% pembeli online mengatakan mereka akan terus menggunakan e-commerce bahkan setelah wabah selesai. Banyak bisnis telah meraih kesempatan dengan mempersiapkan kehadiran bisnis online mereka untuk meningkatkan penjualan.

Data survei agensi TrustRadius menemukan bahwa bisnis kecil dan menengah dengan 10 hingga 50 karyawan semakin mencari solusi perangkat lunak e-commerce di tengah pandemi. Kondisi pandemi sekaligus membuka peluang di masa depan di mana masa depan diprediksi perusahaan besar dengan ribuan karyawan akan berkurang.

Sebaliknya, UKM yang berasal dari bisnis online dengan karyawan 10-50 orang akan mendapatkan banyak angka dengan skala global. Semua itu bisa terjadi berkat kemajuan teknologi yang memfasilitasi transaksi tanpa batas. Inilah sebabnya mengapa berbagai bisnis sebelumnya berjalan di konvensional mendorong ke arah penjualan online. Sebagai warung makan yang tidak diterima atau membatasi pembelian makanan di suatu tempat.

Tips Bisnis Menjual Online Di New Normal

Untuk memulai kembali bisnis di New normal, pertama-tama buat rencana keuangan untuk tahun pertama. Jika Anda belum pernah berhasil, tentu saja perlu ada penyesuaian dalam New normal, anggaran memperkirakan bahwa keduanya perlu dikeluarkan dan perkiraan penjualan yang dihasilkan.

Rencana keuangan penting dalam memulai bisnis untuk menghindari kemungkinan kerugian di masa depan. Jangan lupa untuk membuat rencana cadangan atau rencana B yang dapat diambil jika rencana awal tidak berjalan lancar.

Pertama, catat pendapatan dan pengeluaran setiap hari. Kedua, identifikasi perubahan yang terjadi dalam anggaran Anda. Misalnya, ketika pandemi dimulai, banyak perusahaan mengadopsi kebijakan bekerja dari rumah, yang mengakibatkan berkurangnya waktu di kantor dan lebih banyak waktu di rumah.

Dalam situasi ini, biaya yang terkait dengan transportasi harus dikurangi. Namun, ada juga yang kurang percaya diri dalam transportasi umum dan lebih suka menggunakan kendaraan pribadi, jadi habiskan lebih banyak untuk bensin, tol, dan biaya parkir.

Ketiga, pisahkan kebutuhan dari keinginan. Apa kebutuhan itu? Sesuatu yang penting, sesuatu yang akan mempengaruhi kemampuan Anda untuk hidup. Di era media sosial tanpa henti, dan akses ke pinjaman itu mudah, kebanyakan orang cenderung menganggap keinginan sebagai kebutuhan.

Dalam kondisi normal baru, tidak mungkin bagi siapa pun untuk membuat pernyataan dengan keyakinan dan akurasi 100%. Perusahaan saat ini memilih untuk bekerja dari jarak jauh atau bekerja dari rumah (WFH) dan telah menerapkan infrastruktur dan kebijakan yang memungkinkannya untuk mendukung ini.

You May Also Like

About the Author: postpopuler123

Leave a Reply

Your email address will not be published.