Harga Bitcoin Pada hari ini Ribuan Triliun Lenyap di Bawah US$ 50.000

Harga Bitcoin Pada hari ini Ribuan Triliun Lenyap di Bawah US$ 50.000

Postpopuler.comHarga Bitcoin Pada hari ini Ribuan Triliun Lenyap di Bawah US$ 50.000 -Harga Bitcoin kembali melemah 0,44% ke level harga US$ 48.896,22/koin atau setara dengan Rp 704.105.568/koin (asumsi kurs hari ini Rp 14.400/US$), binance coin terkoreksi 2,72% ke level US$ 545,01/koin atau Rp 7.848.144/koin, dan cardano melemah 1,73% ke uS$ 1,36/koin (Rp 19.584/koin).

Baca Juga:

Sedangkan koin digital alternatif (altecoin) terbesar yakni ethereum berhasil menguat 0,96% ke level harga US$ 4.148,61/koin atau Rp 59.739/koin pada pagi hari ini.

Hanya saja, koin digital (token)XRP, polkadot, bahkan dogecoin yang kini tergeser oleh token terra (LUNA) masih terkoreksi cukup signifikan pada pagi hari ini.

XRP ambruk 4,11% ke uS$ 0,7975/koin (Rp 11.484/koin), polkadot ambles 5,74% ke US$ 27,15/koin (Rp 390.960/koin), dan terra anjlok 9,47% ke US$ 65,15/koin (Rp 938.160/koin).

Bitcoin dan kripto big cap lainnya sempat ambruk hingga balesan persen pada Jumat (03/12) pekan lalu. Forbes melaporkan, akibat kemerosotan tersebut, kapitalisasi pasar kripto menguap sekitar US$ 300 miliar atau lebih dari rp 4.300 triliun (kurs Rp 14.400/US$), hanya dalam tempo dua hari saja.

Namun pada pagi hari ini, beberapa kripto big cap memulai kembali menguat meskipun penguatannya juga cendrung tipis-tipis.

Ambruknya pasar kripto terjadi karena investor kripto merespon negatif dari rencana dipercepatnya program pengurangan pembelian obligasi atau tapering oleh abnk sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed).

Salah satu investor ternama, Louis Naveller pun mengatakan bahwa The Fed saat ini sedang melakukan tapering. Hal tersebut akan memicu koreksi di aset beresiko dan Bitcoin termasuk di dalamnya.

Melihat usia yang muda, pergerakannya yang cenderung jauh lebih volatil hingga pandangan skeptis dari regulator juga membuat aset digital cryptocurrency ikut dilego para investor yang membuat harganya jatuh.

Selain karena sentimen global yang sedang tak mendukung, banyak analis yang menilai penurunan harga bitcoin juga disebabkan oleh aksi jual para trader di pasar derivatif. Hal ini digunakan oleh J.C. Parets dari All Star Charts dan Will Clemente dari Blockware Solutions.

Selain persoalan inflas, aset kripto juga memiliki utilitas yang lebih banyak dibanding emas, terutama jika melihat perkembangan teknologi digital seperti adanya blockchain.

Namun, yang patut diwaspadai oleh investor adalah, saat ini harga bitcoin sudah drop hampir 30% dari level all time high nya awal November lalu.

Sumber : .cnbcindonesia.com

You May Also Like

About the Author: Ramdan

Leave a Reply

Your email address will not be published.