Mengenal Robot Advisor di Fintech Resmi dan Tren Robot Trading Ilegal

Mengenal Robot Advisor di Fintech Resmi dan Tren Robot Trading Ilegal

Postpopuler.com – Akhir-akhir ini, muncul multiple platform investment scam under the guise of trading robots. Dalam bisnis teknologi keuangan( fintech), penasehat teknologi robo sebenarnya masuk dalam 18 cluster inovasi dalam keuangan digital (IKD) dari Otoritas Jasa Keuangan (FSA).

Inovasi digital keuangan diatur dalam Peraturan FSA (POJK) No. 13 2018. Penasihat Robo adalah teknologi untuk penilaian profil risiko investasi dalam digital. Pemimpin dari Satuan Tugas investasi Siaga Y. L Tobing mengatakan, FSA untuk memeriksa dan menjelajahi teknologi penasihat robo yang digunakan oleh fintech.

Jika diteruskan, penyelenggara inovasi untuk keuangan digital dapat terus memproses pendaftaran dan lisensi. “Ini akan diatur kemudian,” kata Tongam untuk Katadata.co.id, Jumat (1/11).

Baca Juga Ritel investor meningkat, Bareksa meluncurkan investasi Panduan Fintech Digital seperti benih dan Bareksa biasanya memakai penasihat robo menganalisis saham atau obligasi menggunakan teori portofolio modern.

Penasihat Robo mengandalkan algoritma dan mempertimbangkan untuk mengurangi biaya transaksi serta menyeimbangkan komposisi pasar. “Keputusan investasi tetap diadakan oleh investor,” Kata Tongam.

Jika Anda ingin menggunakan robot dalam analisis investasi saham, investor menilai apakah untuk berinvestasi atau tidak. “Jika ada robot yang ditawarkan dengan hasil menjanjikan hasil atau skema (anggota), masyarakat harus waspada,” katanya.

Rencana Seedlings setelah Raup R39 Milyar dari Sequoia ke Tencent Tongam dikatakan, ada risiko munculnya investasi dari investasi di bawah kedokteraan scam robot perdagangan. Oleh karena itu, Satuan Tugas investasi mendesak masyarakat untuk mengetahui perbedaan antara penasehat robo asli dan palsu.

Perbedaan dapat dilihat dari dua sisi: 1. Yield Tongkangam mengatakan, penyelenggara keuangan inovasi berbasis digital scam biasanya menjanjikan hasil dan skema tersebut tiered atau anggota mendapatkan anggota.

“Jika ada penawaran seperti ini, perlu waspada,” katanya. 2. Keputusan untuk berinvestasi atau tidak, dikendalikan oleh investor. Sementara penyelenggara busing robot biadanya membeli langsung aset, tanpa bertanya terlebih dahulu.

Baca Juga orang-orang muda BI Worry di Indonesia yang rentan terhadap penipuan investasi baru-baru ini, penipuan robot perdagangan menjadi pembicaraan di antara para investor. Minggu lalu, acara penipuan oleh perusahaan perdagangan luar negeri dari Inggris, ibukota Sonton.

Perusahaan mengandalkan robot perdagangan. Namun, itu tidak terdaftar di komoditas masa depan pertukaran. Korban terpikat keuntungan hingga 50% setiap bulan. Di Indonesia, pihak komoditas dagang yang sedang berlangsung di Departemen Perdagangan (Mot) juga memblokir 137 domain di bidang perdagangan komoditas dagang, salah satunya menggunakan robot perdagangan.

“Babpebti menerima keluhan dari masyarakat tentang transaksi investasi forex dengan dalih penjualan (- berbasis) robot yang dibuat oleh Smartxbot atau Smartx Net89 melalui internet,” kata kepala dari Bappebti Indrasari Inddhana dalam pernyataan resmi tentang bulan Mei 195).

Membaca juga Alimama dan jd Union, Penipuan Investasi di bawah kedok belanja Anggota Online diperlukan untuk membayar sejumlah dana tertentu sesuai dengan paket yang ditawarkan untuk membeli robot dan deposit untuk broker di luar negeri.

Selanjutnya, robot Bekerja otomatis, tanpa perlu analisis dan posisi terbuka langsung. Menurut Wisnu, paket adalah robot yang ditawarkan biasanya terdiri dari Paket Starter, pedagang, ProTrader, pedagang eksekutif, taipan taipan, pedagang Agung, atau sejenisnya.

Para pelaku penyalahgunaan kewenangan izin Perdagangan Langsung (SUPUPL) yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan.

You May Also Like

About the Author: postpopuler123

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *