Alasan Broker Asing Hengkang Dari Indonesia

Alasan Broker Asing Hengkang Dari Indonesia

Postpopuler.com – Dua broker asing yang terdaftar di Bursa Saham Indonesia (BEI) telah menyampaikan rencananya untuk menarik diri dari pasar keuangan Tanah Air. Kedua Pialang Saham Luar Negeri di PTSCHE Indonesia (DSI) dan PT Merrill Lynch Sekuritas Indonesia (MLSI).

Direktur Perdagangan dan menetapkan anggota pertukaran BEI Laksono Widodo mengatakan bahwa kedua broker telah menyerahkan pengunduran diri untuk pertukaran, tapi tidak ada tanggal resmi ketika pertukaran anggota seat (AB) akan dirilis.

Merrill Lynch Sekuritas Indonesia dikenal sudah mulai proses keluar dari audit untuk memastikan tidak ada lagi kewajiban seperti AB yang belum pernah bertemu. Perusahaan telah menghentikan transaksi perdagangan saham sejak 11 Juli 2019 di BEI.

Berdasarkan data perdagangan BEI menulis, surat berharga ini adalah saham perdagangan terakhir pada hari Rabu, 10 Juli.

Untuk informasi tambahan MLSI tidak pernah terjerat kasus di tahun 2008 dengan manajemen modal Renaissance Investment Pte (Renaissance) untuk sengketa atas penjualan saham. Renaissance menggugat MLSI senilai dengan 1 triliun sebagai menjual saham tanpa pengetahuan.

Sementara itu, Deutsche Indonesia memutuskan untuk mengundurkan diri dari kursi AB sebagai restrukturisasi massa yang dilakukan oleh perusahaan induknya Grup Bank Deutsche.

Untuk informasi Anda, beberapa minggu yang lalu Kelompok Bank Deutsche mengambil keputusan radikal dengan trim 18.000 karyawan tersebar di seluruh dunia sampai akhir 2022. Hal ini karena dalam beberapa tahun terakhir perusahaan mengalami kesulitan keuangan.

Namun, berbeda dengan Mlsi, Deutsche Indonesia masih mengirimkan transaksi untuk hari ini (17/7/2019).

Sebuah skandal dari lebih dari satu dekade yang lalu, atau lebih tepatnya ketika krisis di pasar keuangan AS pada tahun 2008 menjadi penyebab kerusakan dari kinerja Bank Deutsche.

Pada bulan Januari 2017, perusahaan harus membayar denda untuk mencapai US $ 7.2 miliar di Departemen Kehakiman AS untuk memberikan menyesatkan informasi investor yang berhubungan dengan penjualan aset sekuritas didukung dan properti (mortgage-backed securities) yang membantu menyebabkan krisis keuangan di AS pada tahun 2008, dilaporkan oleh CNBC internasional.

Tidak lama kemudian, bank Deutsche hak denda as $ 630 juta dengan tuduhan pencucian uang di Rusia. Lalu pada bulan November 2018, markas perusahaan di Frankfurt diserang oleh jaksa Jerman sebagai bagian dari penyelidikan pencucian uang, yang diberitakan oleh CNN International.

Bahkan, sejak 2015, Bank Deutsche juga gagal memenuhi syarat dari tes stres di AS, sehingga beberapa usaha dibuat bank untuk restrukturisasi, melakukan perubahan kepemimpinan, dan mengalami penurunan rating.

Dalam dua dekade terakhir perusahaan telah memotong sekitar 59,300 karyawan. Tetapi jumlah karyawan perusahaan tidak banyak berkurang, sebenarnya meningkat

Luncurkan laporan tahunan Deutsche Bank, pada tahun 2000 total jumlah karyawan yang tercatat sekitar 89.800 orang, sementara pada tahun 2018 jumlah karyawan perusahaan mencapai 91.700 orang.

PHK ribuan karyawan … disertai dengan pengunduran diri sukarela kepala Investment Perbankan Ritchie Ritchie Ritchie. Sumber internasional CNBC juga mengatakan bahwa petugas utama Kepolisian Sylvie Matherat juga bersiap untuk menarik diri.

Pengunduran diri kedua broker secara tidak langsung akan mempengaruhi nilai transaksi di BEI. Alasannya, terkait dengan data statistik BEI, isu Juni MLSI dan DBS lebih baik dalam kategori 20 broker yang paling aktif selama setengah pertama tahun 2019.

Pada periode akhir bulan Januari-June Securities Deutsche Indonesia dalam urutan 9 dengan total transaksi sebesar Rp 66,06 triliun. Sementara Merrill Lynch Sekuritas Indonesia ada di posisi 17 dengan total transaksi Rp 45,25 triliun.

Lebih jauh, dari atas meja itu terlihat bahwa posisi broker yang paling aktif Bertemu oleh broker asing. Dari 20 orang yang menempati posisi teratas, 13 diantaranya berasal dari luar Indonesia.

Namun demikian, Mantiri Sekuritas tampilan masih mampu menjadi juara dengan total transaksi menghitung Rp 231,49 triliun, memberikan ruang yang sangat besar untuk saingannya untuk mengikuti.

You May Also Like

About the Author: postpopuler123

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *