Harga Botcoin Cs Kini Menurun Lagi Dan Polkadot Semakin Meningkat

Harga Botcoin Cs Kini Menurun Lagi Dan Polkadot Semakin Meningkat

Postpopuler.com – Harga mayoritas mata uang kripto (cryptocurrency) berkapitalisasi pasar terbesar kembali melemah pada perdagangan Jumat (17/09) pagi Waktu Indonesia, setelah pada perdagangan kemarin sempat rebound.

Berdasarkan data dari CoinMarketCap 09:00 WIB, dari delapan kripto berkapitalisasi terbesar non-stablecoin, hanya polkadot masih mampu bertahan di xona penguatan hari ini.

Polkadot menguat 0,73% ke level harga US$ 36,35/koin atau setara dengan Rp 517.988/koin (asumsi kurs hari ini Rp 14.250/US$).

Sementara itu sisanya kembali berbalik arah ke zona pelemahan pada hari ini. Bitcoin turun tipis 0,03% ke level harga US$ 48.014,5/koin atau Rp 684.206.625/koin, ethereum melemah 0,335 ke level US$ 3.584,83/koin (Rp 51.083.828/koin), cardano ambles 1,74% ke US$ 2,43/koin (Rp 34.628/koin).

Berikutnya binance coin terkoreksi 0,8% ke level US$ 425,07/koin (Rp 6.057.248/koin), ripple ambrol 1,77% ke US$ 1,1/koin (Rp 15.675/koin). solana tergelincir 3,29% US$ 151,1/koin (Rp 2.153.175/koin), dan dogecoin terdepresiasi 1,66% ke US$ 0,2414/koin (Rp 3.440/koin).

Bitcoin masih bertahan di kisaran level US$ 48.000 pada pagi hari ini karena sinyal jenuh beli (overbought) jangka pendek mulai muncul.

Baca Juga:

Pembeli tampaknya sedang mengambil nafas ketika bitcoin sedang mencoba menembus level resistence US$ 50.000 dan beberapa anlisa memperkirakan bitcoin akan berkonsolidasi sebelum masa jatuh tempo option berikutnya pada 24 September mendatang.

Data Blockchain menunjukkan adanya volume transaksi besar dalam bitcoin yang menunjukkan pembeli dapat tetap aktif pada level support yang lebih rendah.

Bebebrapa analisa juga memabantu perkembangan inflas Amerika Serikat (AS), yang dapat mendorong bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) memperketat kebijakan moneternya yang dapat menyebabkan mundurnya aset beresiko, termasuk cryptocurrency.

Pada Selasa (14/09) lalu, Departement Tenaga Kerja AS melaporkan inflas inti pada Agustus 2021 adalah 0,1% dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm). Melambat dibandingkan Juli 2021 yang sebesar 0,3% dan menjadi yang terendah dalam enam bulan terakhir.

Dibandingkan dengan Agustus 2020 tahun lalu, laju inflas inti adalah 4%. Mekambat dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 4,3% dan menjadi yang terndah dalam tiga bulan terakhir.

Hal ini dapat mengkonfirmasi padangan pasar terhadap The Fed bahwa kenaikkan harga bersifat sementara, dibandingkan dengan basis rendah dari tahun lalu ketika pandemi virus corona dimulai.

Beberapa investor melihat bitcoin belum dapat dijadikan sebagai aset lindungi nilai (hedging) terhadap kenaikan inflas karena pasokannya yang terbatas.

Di sisi lain, reli di kripto alternatif terus menbayangi bitcoin, seperti yang terjadi pada koin digital Avalanche (AVAX) yang meroket hingga 20% dalam 24 jam terakhir.

Avalanche Foundations mengumumkan pada Kamis kemarin bahwa pihaknya akan menggelontarkan sebanyak US$ 230 juta untuk memulai likuiditas di ekosistem jaringan desentralized finance (DeFi) yang sedang berkembang dan dapat berkontribusi pada reli harga kripto tersebut.

“Ini adalah musim bagi altecoin,” kata Martha Reyes-Hulme, kepala penelitian di platform trading kripto, Bequeant, dikutip dari CoinDesk.

Sumber : www.cnbcindonesia.com

You May Also Like

About the Author: Ramdan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *