Menurut Pandangan Fatwa Mui Tentang Trading Saham di Dalam Islam

Menurut Pandangan Fatwa Mui Tentang Trading Saham di Dalam Islam

Postpopuler.comMenurut Pandangan Fatwa Mui Tentang Trading Saham di Dalam Islam – Belakangan banyak publik figur Tanah Air yang merekomendasikan saham perusahaan tertentu dengan memamerkan keuntungan yang menggiurkan.

Investasi saham memnag banyak dilirik kerena potensi menambah pundi-pundi kekayaan dalam jumlah cukup besar meskipun risikonya juga tidak kecil.

Yang dimaksud dengan investasi adalah kepemilikan melalui pembelian atau akuisisi lembar saham usaha perseorangan atau instasi yang dikomersilkan ke pasar saham.

Keuntungan bergantung pada fluktuasi nilai saham dari badan usaha yang dimiliki. Adapun wujud saham adalah lembar surat berharga yang menjadi tanda dari pertanyaa modal pada perusahaan.

indonesia sendiri telah memiliki undang-undang yang mengatur saham. Namun bagaimana sebenarnya hukum saham dalam pandangan Islam?

BACA JUGA :  Tips Membangun Bisnis Properti Untuk Pemula

Hukum Saham Yang Halal

Terdapat perdebatan mengenai penetapan hukum saham dalam Islam. Mengutip pada Ensiklopedia hukum Islam, dalam literatur fiqih, saham diambil dari istilah mushamah yang berasala dari kata sahm yang berarti saling memberikan saham atau bagian.

Melansir dari jurnal Islamic Equity Market Karya Rahmani Timorita Yulianti, dalam akad ini tujuan pembeli saham adalah untuk menerima pengambilan sesuai dengan presentase modalnya apabila mengalami keuntungan. Sebaliknya, jika perusahaan mengalami kerugian, pemilik saham ikut menanggung kerugian sesuai dengan presentase modalnya.

Baca Juga:

Oleh sebab itu musahamah diklasifikasikan oleh ahli piqih modern sebagai salah satu bentuk syirkah (perserikatan dagang).

BACA JUGA :  Game Letoy Game Yang Viral Di TikTok Sekarang Unduh Di sini

Saham merupakan bentuk innstrumen bisnis yang diperolehkan dalam pandangan hukum Islam selama memenuhi syarat. Salah satunya yaitu saham yang diperdagangkan tidak berasal dari perusahaan yang bergerak dibidang usaha haram. Misalnya produksi minuman keras, industri kasino, prostitusi, dan lain sebagainya.

Hukum Jual Beli Saham Adalah Haram Mutlak

Meski demikian, terdapat pula kelompok yang berargumen bahwa jual beli saham adalah haram secara mutlak, meskipun yang mengeluarkan saham merupakan perusahaan yang bergerak dibidang halal. Salah satu tokoh yang mengutarakan pendapat ini adalah Taqiyuddin an-Nabhani.

Alsannya adalah karena bentuk badan usaha Perseroan terbatas atau PT tidak islami. Salah satu hal yang dibahas adalah mengenai masalah ijab qabul dimana PT tidak memiliki ijab dan qobul seperti pada masalah syirkah.

Transaksi di Pasar Modal Ynag Diperolehkan MUI

Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Ftwa Nomor 40/DSN-MUI/X/2003 tentang pasar Modal dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah di Bidang Pasar Modal.

BACA JUGA :  News Viral Messytea12 On Twitter Aj And Jayda

Dalam fatwa tersebut, tertulis bahwa transaksi pasar modal yang diperbolehkan oleh syariah haruslah menghindari hal-hal berikut ini:

  1. Perdaganagan atau transaksi dengan penawaran dan/atau permintaan palsu
  2. Perdagangan atau transaksi yang tidak disertai dengan penyerahan barang dan/atau jasa.
  3. Perdagangan atas barang yang belum dimilki.
  4. Pembilian atau penjualan atas efek yang menggunakn atau memanfaatkan informasi orang dalam dari emiten atau perusahaan publik.
  5. Transaksi marjin efek syariah yang mengandung unsur bunga (riba).
  6. Perdagangan atau transaksi dengan tujuan penimbunan (ihtikar).
  7. Melakukan perdagangan atau transaksi yang mengandung unsur suap (risywah).
  8. Transaksi lain yang mengandung unsur spekulasi (gharar), penipuan (tadis) termasuk menyembunyikan kecacatan (ghisysy), dan upaya untuk mempengaruhi pihak lain yang mengandung kebohongan (taghrir).

Sumber : kumparan.com

You May Also Like

About the Author: Ramdan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *