Mata Uang Kripto Beresiko Dilarang Oleh Beberapa Negara Ini

Mata uang kripto beresiko dilarang oleh beberapa negara ini

Postpopuler.com Mata uang kripto beresiko dilarang oleh beberapa negara ini. Jumlah negara yang akan melarang mata uang kripto seperti Bitcoin, Ethereum, Dogecoin dan laiinya bertambah.

Pelarangan terhadap mata uang kripto di beberapa negara diakibatkan ke khawatiran crypto currency dapat membahayakan sisteem keuangan.

Transaksi mata uang kripo sedang menjadi sorotan negara-negara belahan dunia yang didasari oleh penurunan harga yang sangat tajam pada pekan lalu.

Penurunan harga Bitcoin dan aset kripto lainnya disebab oleh tweet CEO Tesla, Elon Musk yang memang sangat berpengaruh besar terhadap turun naiknya mata uang kripto.

BACA JUGA :  Harga Bitcoin Pulih berkat China Dan El Salvador

Banyak orang yang memiliki aset kripto mengalami kerugian cukup besar. Melihat dari resiko yang tinggi, beberapa negara membuat kebijakan serta mengatur industri dari mata uang digital ini.

Namun tidak terlepas dari kebijakan, ada pula negara yang melarang adanya transksi mata uang digital di negarannya, salah satunya adalah China.

Komite Dewan Negara yang dipimpin oleh Perdana Menteri Liu He menginformasikan larangan keras terhadap adanya transaksi mata uang kripto apapun jenis di wilayah mereka.

BACA JUGA :  Para Investor Lepas Aset Kripto yang Menyebakan Harga Bitcoin Terperosok

Direktur Investasi Novem Arcae Technologies, Chen Jiahe mengungkapkan aktivitas penambangan mata uang kripto jenis apapun hanya akan menghabiskan banyak energi keran perangkat komputer yang harus di deain secara khusus.

“Ini yang bertentangan dengan tujuan netralitas karbon China. Larangan ini juga bagian dari dorongan China untuk mengekang perdagangan kripto spekulatif,” ungkap Chen, Rabu (26/05/2021).

Kegilaan terhadap mata uang kripto atau aset kripto harus diatasi. Ia menilai kegilaan terhadap aset kripto akan menghasilkan buih yang mirip peristiwa Tulipmania Belanda di abad ke-17.

BACA JUGA :  Aplikasi Reface App

Peristiwa Tulipmania Belanda sering dianggap gelembung keuangan pertama dalam sejarah yang tercatat versi global.

“Satu-satunya perbedaan adalah setelah gelembung tulip pecah, masih ada beberapa bunga indah yang tersisa. Tapi ketika gelembung mata uang virtual meledak, yang tersisa hanyalah beberapa kode komputer,” pungkas Chen Jiahe, Direktur Investasi Novem Arcae Technologies.

Sumber : investasi.kontan.co.id

You May Also Like

About the Author: postpopuler123

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *