Jelaskan Contoh Risiko yang Dapat Dicover Asuransi dan Risiko yang Tidak Dapat Dicover Asuransi

Hallo sobat! Pada kesempatan kali ini postpopuler.com akan men-Jelaskan Contoh Risiko yang Dapat Dicover Asuransi dan Risiko yang Tidak Dapat Dicover Asuransi.

Asuransi adalah sebuah taktik yang termasuk trik bijak dalam mengurangi sebuah Risiko. Pada dasarnya asuransi merupakan sebuah Proteksi atau Perlindungan, bukan merupakan sebuah Investasi atau tabungan.

Jadi mulai sekarang sobat harus merubah mindset dalam memahami asuransi. Dan sobat juga harus dapat membedakan antara proteksi atau perlindungan dengan investasi atau tabungan.

Namun, sebetulnya perusahaan asuransi sendiri tidak mengcover semua risiko para nasabahnya. Terdapat kualifikasi risiko yang dicover oleh perusahaan asuransi, atau sering di sebut dengan Insurable Risks.

Risiko-risiko yang Tidak Dicover Asuransi

  • Sakit yang Diakibatkan Karena Mengkonsumsi Narkoba


    Perusahaan asuransi sebagai pihak penanggung membuat pengecualian terhadap semua jenis penyakit jika pihak tertanggung terbukti mengkonsumsi narkoba dan obat-obatan terlarang.

    Apabila dilakukan pengecekan dokter dan kemudian pihak tertanggung tersebut terbukti secara medis mengkonsumsi narkoba, maka pihak penanggung tidak akan mengabulkan Klaim yang diajukan oleh tertanggung sampai kapanpun.

    Maka dari itu, mari hindari narkoba. Selain tidak dicover oleh perusahaan asuransi, mengkonsumsi narkoba juga dapat membahayakan kesehatan.
  • Penyerangan yang Dilakukan oleh Teroris


    Jika pihak tertanggung sebuah perusahaan asuransi mengalami cedera akibat serangan terosis, maka biaya perawatan dan pengobatan yang timbul kepada pihak tertanggung tersebut tidak dicover oleh perusahaan.
  • Peristiwa yang Terjadi Akibat Bencana Alam


    Cedera atau kehilangan nyawa yang di akibatkan bencana alam akan menjadi pengecualian bagi perusahaan yang bergerak di bidang asuransi. walaupun pada dasarnya bencana alam adalah salah satu kejadian atau peristiwa yang terjadi di luar kehendak manusia. Sama hal nya seperti kasus terorisme.
  • Kecelakaan yang Sudah Direncanakan


    Kecelakaan yang terjadi akibat dibuat-buat atau disengaja, sangat tidak di anjurkan dan bahkan dilarang oleh perusahaan asuransi. Apabila jika terbukti seorang nasabah asuransi mencari keuntungan dengan cara yang demikian, maka pengajuan klaim akan otomatis ditolak. Dan apabila nasabah tersebut tetap memaksa agar klaimnya disetujui, maka perusahaan asuransi bisa membawa kasus ini ke jalur hukum. Karena pada dasarnya asuransi merupakan sarana bukan untuk mencari keuntungan, melainkan untuk menghindari kerugian.

    Ingat! Sepintar apapun seorang nasabah asuransi merekayasa kecelakaan tersebut, pihak perusahaan asuransi akan mengetahui. Walaupun kejadiannya di buat serapi mungkin tetap klaim tidak akan disetujui, karena pihak asuransi akan mengumpulkan berkas dan melakukan investigasi untuk penyidikan terkait kasus tersebut.
  • Tindakan Akibat Melawan Hukum


    Semua bentuk tindakan yang melawan hukum, misal berkendara tanpa memakai alat keamanan atau melakukan sebuah aksi kejahatan. Maka bukanlah tanggungjawab perusahaan asuransi yang di dapat, melainkan keluarga atau kerabat yang akan menanggung biaya yang timbul.
  • Cedera yang Disebabkan Akibat Mengikuti Turnamen Tertentu


    Jika mengalami cedera selama mengikuti turnamen yang di larang dalam kontrak perjanjian polis, maka pengajuan klaim tidak akan disetujui. Dalam hal ini nasabah atau pihak penyelenggara turnamen yang akan menanggung biaya yang timbul.
  • Wanita Sedang Hamil yang Keguguran


    Wanita hamil biasanya tidak di izinkan melakukan perjalanan jauh, kecuali sudah mendapatkan persetujuan dari dokter. Tentunya untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak di inginkan, seperti kecapean yang di sebabkan selama melakukan perjalanan yang mengakibatkan keguguran. Klaim untuk biaya kasus keguguran adalah termasuk salah satu kasus yang tidak akan disetujui dalam perjanjian kontrak polis.
BACA JUGA :  Bisnis Properti Yang Diprediksi Naik di Tahun 2021

Risiko-risiko yang Dicover Asuransi

Berikut ada beberapa contoh risiko yang dapat dicover dan akan disetujui oleh pihak asuransi apabila tertanggung ingin mengalihkan kerugian akibat suatu risiko.

  • Risiko yang Terjadi Harus Dalam Risiko Murni atau Tidak Direkayasa dan Termasuk dalam Risiko Khusus
    Adalah risiko yang tiba-tiba muncul secara tidak terduga dan bisa menimpa siapa saja. Contoh risiko meninggal dunia maupun risiko kecelakaan.
  • Risiko yang Bisa Diukur dengan Uang
    Artinya adalah pengalihan risiko yang dinilai dari segi pembiayaan, bukan dari segi emosional tertanggung. Contoh yang terjadi pada asuransi jiwa, pihak asuransi hanya bisa melakukan pengalihan berupa sejumlah uang yang telah disepakati dalam perjanjian konrak polis atau yang disebut dengan Uang Santunan, namun tidak bisa untuk menghidupkan kembali pihak tertanggung yang sudah meninggal.
  • Terjadi Secara Tiba-tiba dan Tidak Disengaja
    Pihak perusahaan asuransi tidak akan bertanggung jawab dalam pengalihan risiko kerugian yang ditimbulkan akibat unsur kesengajaan. Contoh, seperti percobaan bunuh diri bagi seseorang. Hal ini tidak akan ada nilai pertanggungan sejumlah uang, bahkan biaya perawatan rumah sakit pun tidak ada.
  • Sama Sifatnya dan Dalam Jumlah yang Besar
    Dari sekian banyak risiko yang ada, menjadi sebuah penilaian bagi pihak asuransi untuk menentukan berapa besar perkiraan biaya kerugian yang terjadi. Contoh seperti pada koleksi perangko, hal ini akan sulit diasuransikan karena dari pihak asuransi akan sulit untuk menentukan besarnya nilai pertanggungan dalam kontrak polis, semua itu disebabkan karena nilainya tergantung dari kesukaan subjektif.
  • Harus Dapat Dibuktikan
    Pihak asuransi sebagai pihak penanggung akan meminta bukti yang sah akibat dari kerugian yang dialami nasabahnya sebelum menyetujui pengajuan klaim. Sebagai contoh, ketika pihak tertanggung kehilangan sebuah unit mobil yang diasuransikan, pihak tertanggung diharuskan mempunyai surat keterangan dari polisi yang menyatakan hilangnya mobil tersebut sampai pada akhirnya baru bisa melakukan pengajuan klaim kepada pihak penanggung, dalam hal ini adalah perusahaan asuransi.
  • Mengandung Unsur Kerugian Bagi Tertanggung yang Diasuransikan
    Risiko yang diasuransikan harusnya menyangkut risiko diri sendiri. Apabila risiko tersebutnya ternyata berdampak pada orang lain, maka perusahaan asuransi sebagai pihak penanggung tidak akan mengalihkan risikonya. Misal, pihak tertanggung tidak dapat mengasuransikan motor tetangganya, sebab apabila motor tersebut hilang atau rusak, maka yang akan mengalami kerugian adalah tetangganya, bukan pihak tertanggung itu sendiri.
BACA JUGA :  Pengertian Trading Secara Singkat Untuk Pemula

Kesimpulan

Asuransi adalah sebuah proteksi atau perlindungan yang harus dimiliki oleh setiap orang, tidak terkecuali kaya atau miskin.
Asuransi bukan merupakan sarana untuk mencari keuntungan, melainkan untuk menghindari kerugian.

Pada dasarnya tujuan manusia bekerja adalah untuk mengumpulkan sejumlah uang dan membeli aset untuk dimiliki.
Anda bisa bayangkan apabila terjadi risiko menimpa anda sebagai kepala keluarga yang mengakibatkan anda tidak dapat beraktifitas lagi. Tentunya ironis sekali, uang dan aset yang telah dikumpulkan selama bertahun-tahun semasa masih bekerja, pada akhirnya akan habis untuk biaya kesehatan dan biaya kehidupan sehari-hari.
Jangan sampai semua itu terjadi pada sobat setia postpopuler.com.

BACA JUGA :  Meme Gus Azmi Viral Pacaran Tidak Perlu, Petarung dan Tawuran

Akhir Kata

Apabila setelah membaca artikel ini anda sadar dengan pentingnya berasuransi dan ingin konsultasi mengenai seputar asuransi, silahkan anda tulis pada kolom komentar di bawah, dan jangan lupa informasi ini bagikan ke temen-temen anda.

Demikianlah informasi yang dapat disampaikan dalam kesempatan kali ini.
Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk anda.

You May Also Like

About the Author: postpopuler123

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *